Minggu, 09 Desember 2018

Laporan Pedahuluan Gangguan Rasa Nyaman : Hipertermi



Laporan Pedahuluan
Gangguan Rasa Nyaman : Hipertermi

A.      Pengertian
Hipertermi adalah suatu pengaturan fisiologis panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat di pertahankan secara konsisten. Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh mekanisme fisiologis dan perilaku agar suhu tubuh tetap konsisten dan berada dalam batas normal, hubungan abtara produksi panas dan pengeluaran panas harus dipertahankan peningkatan suhu diatas kisaran normal.
B.       Etiologi
1.         Usia, suhu tubuh bayi dapat berespon secara drastis terhadap perubahan suhu lingkungan, bayi baru lahir mengeluarkan lebih dari 30 % panas tubuhnya melalui kepala, oleh karena itu perlu menggunakan penutup kepala untuk mencegah pengeluaran panas. Rentan suhu normal turun secara berangsur sampai mendekai lansia.
2.         Olahraga, aktivitas oto memerlukan suplai darah dalam pemecahan karbohidrat dan lemak. Hal ini menyababkan peningkatan metabolisme dan produksi panas, segala jenis olahraga dapat meningkatkan produksi panas.
3.         Stress, stress fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui atimulasi hormonal dan persyarafan. Perubahan fisiologis tersebut dapat meningkatkan panas.
4.         Lingkungan, lingkungan mempengaruhi suhu tubuh.
C.       Pathofisiologi
Substansi penyebab demam adalah pirogen, pirogen dapat berasal dari eksogen maupun endogen. Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh sedangkan pirogen endogen berasal dari dalam tubuh. Pusat panas berada di hipotalamus dan batang otak kemudian akan mengirimkan sinyal agar terjadi peningkatan produksi konservasi panas sehingga suhu tubuh naik sampai tingkat suhu baru yang ditetapkan


D.      Pathway
Penyakit/bakteri

Pirogen

Toksin lipopolisakarida

Merangsang pelepasan prostaglandin

Steltermostat hipotalamus meningkat

Perbedaan suhu setting point pada hipotalamus dengan suhu tubuh

Suhu tubuh ikut meningkat (demam)

Vasokontriksi pembuluh darah (mencegah hilangnya panas tubuh)

Kedinginan, menggigil (meningkatkan suhu)



Text Box: Hipertermi
 



E.       Tanda dan Gejala
Panas, kulit kering, dehidrasi adalah tanda khas hipertermi. Kulit merah dan panas sebagai pembuluh darah melebar dalam upaya untuk meningkatkan pembuangan panas. Ketidakmampuan untuk mendinginkan tubuh melalui keringat menyebabkan kulit terasa kering.
Tanda dan gejala bervariasi bergantung pada penyebabnya. Denyut jantung dan laju respirasi akan meningkatkan penurunan takanan darah bisa menyebabkan pembuluh darah berkontraksi menghasilkan warna kulit pucat/kebiru-biruan.
F.        Penatalaksanaan
1.         Penatalaksanaan medis
a.         Memberi obat penurun panas
2.         Penatalaksanaan keperawatan
a.         Pemeriksaan tanda tanda vital
b.        Menganjurkan pasien untuk memakai pakaian yang tipis
c.         Anjurkan pasien untuk banyak istirahat
G.      Proses Keperawatan
1.         Pengkajian
a.         Keluhan utama : pasien mengatakan badan panas
b.        Riwayat keperawatan sekarang : sejk kapan timbul demam atau gejala lain yang menyertai demam
c.         Riwayat keperawatan yang lalu : apakah dahulu pernah panas
2.         Diagnosa keperawatan
a.         Hipertermia b.d proses penyakit
b.        Resiko infeksi b.d infeksi mikroorganisme
3.         Rencana tindakan
a.         Prioritas masalah termoregulasi
b.        Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan masalah hipertermi teratasi
c.         Menunjukkan penurunan suhu tubuh
No.Dx.
Tujuan Dan Kriteria Hasil
Intervensi
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam pasien mengalami keseimbangan thermoregulasi dengan kriteria hasil :
1.  Suhu tubuh dalam rentan normal 35,5 – 37,5 oC
2.  Nadi dan RR dalam rentan normal
3.  Tidak ada perubahan warna kulit
4.  Tidak ada pusing
1.  Monitoring TTV
2.  Monitor suhu tiap 2 jam
3.  Menyelimuti pasien
4.  Memberi pengobatan untuk mencegah terjadinya menggigil
5.  Memberikan obat penurun panas
2
Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam pasien tidak mengalami infeksi mikroorganisme dengan kriteria hasil :
1.  Pasien terbebas dari dari cidera
2.  Menggunakan fasilitas yang ada
3.  Pasien mampu menjalaskan cara/metode untuk mencegah injuri atau cidera
1.  Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
2.  Memberikan penerangan yang cukup
3.  Mengontrol lingkungan dari kebisingan
4.  Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit
4.         Implementasi
a.         Kolaborasi pemberian cairan
b.        Berikan pengobatan untuk mengatasi demam
c.         Beritahukan tentang indikasi terjadinya keletihan
5.         Evaluasi
a.         Dx. 1 : Suhu tubuh dalam rentan normal
         Nadi dan RR dalam rentan normal
         Tidak ada perubahan warna kulit
b.        Dx. 2 : mampu mengenali perubahan status kesehatan
H.      Daftar Pustaka
Asmadi.2008.konsep aplikasi keperawatan.jakarta:salemba medika.
Doengoes, marilyn E.1999.rencana asuhan keperawatan.jakarta:EGC.
Carpenito, lynda juall.2000.buku saku diagnosa keperawatan edisi 8.definisi dan klasifikasi.jakarta:EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar