Laporan Pedahuluan
Gangguan Rasa Nyaman : Hipertermi
A. Pengertian
Hipertermi adalah suatu
pengaturan fisiologis panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat di
pertahankan secara konsisten. Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh mekanisme
fisiologis dan perilaku agar suhu tubuh tetap konsisten dan berada dalam batas
normal, hubungan abtara produksi panas dan pengeluaran panas harus
dipertahankan peningkatan suhu diatas kisaran normal.
B. Etiologi
1.
Usia, suhu tubuh bayi dapat berespon
secara drastis terhadap perubahan suhu lingkungan, bayi baru lahir mengeluarkan
lebih dari 30 % panas tubuhnya melalui kepala, oleh karena itu perlu
menggunakan penutup kepala untuk mencegah pengeluaran panas. Rentan suhu normal
turun secara berangsur sampai mendekai lansia.
2.
Olahraga, aktivitas oto memerlukan
suplai darah dalam pemecahan karbohidrat dan lemak. Hal ini menyababkan
peningkatan metabolisme dan produksi panas, segala jenis olahraga dapat
meningkatkan produksi panas.
3.
Stress, stress fisik dan emosi meningkatkan
suhu tubuh melalui atimulasi hormonal dan persyarafan. Perubahan fisiologis
tersebut dapat meningkatkan panas.
4.
Lingkungan, lingkungan mempengaruhi suhu
tubuh.
C. Pathofisiologi
Substansi penyebab
demam adalah pirogen, pirogen dapat berasal dari eksogen maupun endogen.
Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh sedangkan pirogen endogen berasal dari
dalam tubuh. Pusat panas berada di hipotalamus dan batang otak kemudian akan
mengirimkan sinyal agar terjadi peningkatan produksi konservasi panas sehingga
suhu tubuh naik sampai tingkat suhu baru yang ditetapkan
D. Pathway
E. Tanda
dan Gejala
Panas, kulit kering,
dehidrasi adalah tanda khas hipertermi. Kulit merah dan panas sebagai pembuluh
darah melebar dalam upaya untuk meningkatkan pembuangan panas. Ketidakmampuan
untuk mendinginkan tubuh melalui keringat menyebabkan kulit terasa kering.
Tanda dan gejala
bervariasi bergantung pada penyebabnya. Denyut jantung dan laju respirasi akan
meningkatkan penurunan takanan darah bisa menyebabkan pembuluh darah
berkontraksi menghasilkan warna kulit pucat/kebiru-biruan.
F.
Penatalaksanaan
1.
Penatalaksanaan medis
a.
Memberi obat penurun panas
2.
Penatalaksanaan keperawatan
a.
Pemeriksaan tanda tanda vital
b.
Menganjurkan pasien untuk memakai
pakaian yang tipis
c.
Anjurkan pasien untuk banyak istirahat
G. Proses
Keperawatan
1.
Pengkajian
a.
Keluhan utama : pasien mengatakan badan
panas
b.
Riwayat keperawatan sekarang : sejk
kapan timbul demam atau gejala lain yang menyertai demam
c.
Riwayat keperawatan yang lalu : apakah
dahulu pernah panas
2.
Diagnosa keperawatan
a.
Hipertermia b.d proses penyakit
b.
Resiko infeksi b.d infeksi
mikroorganisme
3.
Rencana tindakan
a.
Prioritas masalah termoregulasi
b.
Setelah diberikan tindakan keperawatan
diharapkan masalah hipertermi teratasi
c.
Menunjukkan penurunan suhu tubuh
|
No.Dx.
|
Tujuan Dan
Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
1
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 3 x 24 jam pasien mengalami keseimbangan thermoregulasi dengan
kriteria hasil :
1.
Suhu tubuh dalam rentan normal 35,5 – 37,5 oC
2.
Nadi dan RR dalam rentan normal
3.
Tidak ada perubahan warna kulit
4.
Tidak ada pusing
|
1.
Monitoring TTV
2.
Monitor suhu tiap 2 jam
3.
Menyelimuti pasien
4.
Memberi pengobatan untuk mencegah terjadinya menggigil
5.
Memberikan obat penurun panas
|
|
2
|
Setelah di lakukan tindakan
keperawatan selama 3 x 24 jam pasien tidak mengalami infeksi mikroorganisme
dengan kriteria hasil :
1.
Pasien terbebas dari dari cidera
2.
Menggunakan fasilitas yang ada
3.
Pasien mampu menjalaskan cara/metode untuk
mencegah injuri atau cidera
|
1.
Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
2.
Memberikan penerangan yang cukup
3.
Mengontrol lingkungan dari kebisingan
4.
Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga adanya
perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit
|
4.
Implementasi
a.
Kolaborasi pemberian cairan
b.
Berikan pengobatan untuk mengatasi demam
c.
Beritahukan tentang indikasi terjadinya
keletihan
5.
Evaluasi
a.
Dx. 1 : Suhu tubuh dalam rentan normal
Nadi
dan RR dalam rentan normal
Tidak
ada perubahan warna kulit
b.
Dx. 2 : mampu mengenali perubahan status
kesehatan
H. Daftar
Pustaka
Asmadi.2008.konsep
aplikasi keperawatan.jakarta:salemba medika.
Doengoes,
marilyn E.1999.rencana asuhan keperawatan.jakarta:EGC.
Carpenito, lynda juall.2000.buku saku
diagnosa keperawatan edisi 8.definisi dan klasifikasi.jakarta:EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar