Minggu, 09 Desember 2018

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN RASA NYAMAN (HIPERTERMIA) KELAS 2I BANGSAL BARU ATAS RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K
DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN RASA NYAMAN (HIPERTERMIA)
KELAS 2I BANGSAL BARU ATAS
RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU


A.      PENGKAJIAN
Tanggal Masuk     : 26 juni 2016
Ruang                   :  2i BBA
No Registrasi       :  187114
1.         Biodata
Identitas Pasien
Nama                        :  An. A
Umur                         :  12 th
Jenis kelamin             :  perempuan
Suku/bangsa              :  Jawa/Indonesia
Agama                      :  Islam
Pendidikan                :  SD
Pekerjaan                  :  Pelajar
Alamat                      :  Polan, Klaten
Tgl pengkajian          :  26 Juni 2016
Jam pengkajian         :  11.00 WIB
Identitas penanggung jawab
Nama                                                :  Tn M
Umur                                     :  45 th
Jenis kelamin             :  Laki-laki
Suku/bangsa                          :  Jawa/Indonesia
Agama                                  :  Islam
Pendidikan                            :  SMA
Pekerjaan                              :  Swasta
Alamat                                  :  Polan, Klaten
Hubungan dengan pasien     : Ayah
Dx medis                              : dhf
2.         Keluhan Utama
Demam sejak 3 hari yang lalu, badan lemas
3.         Riwayat keperawatan
a.         Riwayat Penyakit Sekarang :
Pada tanggal 24 juni 2016 pasien mengalami demam yang cukup tinggi, dan nyeri di perut. Karena khawatir keluarga pasien memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tanggal 26 juni 2016 pukul 16.00 WIB. Pasien datang dari IGD dalam keadaan sadar tetapi lemas, tanda-tanda vital menunjukkan hasil Tekanan Darah 90/60 mmHg, Suhu 39  C, dan Respirasi Rate 20x/menit. Pasien dirawat inap di kelas 2i Bangsal Baru Atas Rumah sakit umum PKU  Muhammadiyah Delanggu.
b.        Riwayat Penyakit Dahulu          : -
c.         Riwayat penyakit Keluarga       : -
d.        Genogram                                  : -
4.         Pola-Pola Kesehatan Fungsional
a.         Pola persepsi dan Managemen Kesehatan
Keluarga mengatakan kesehatan itu penting dan jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit biasanya membeli obat ke apotik, atau kalau tidak di bawa ke Puskesmas terdekat, apabila belum sembuh baru di bawa ke rumah sakit.
b.      Pola nutrisi
Sebelum sakit klien makan teratur 3x  sehari dengan porsi sedang nasi, sayur dan lauk-pauk. Minum 6-7gelas/hari.
Selama sakit klien tidak mau makan, hanya 2-3 sendok tiap makan, baru makan sedikit sudah merasa mual dan minum hanya 3-4 gelas/hari.
Pengkajian Nutrisi :
A ( Antropometri )
BB : 32 kg
TB  : 125 cm
IMT : 32/(1,25)
B ( biochemial )
1.        Hemoglobin rendah 10,3 g/dl
2.        Hemotokrit rendah 28,9 %
C ( Clinical Sign of nutritional status )
Pasien tampak lemas dan lemah
Kesadaran composmetis
Tekanan darah 90/60 mmHg
D ( Dietary History )
Diet pada saat masuk rumah sakit nilai nutrisi yang dikonsumsi berkurang dengan membuktikan hanya mengkonsumsi makanan sedikit dan ketika makan mual dan muntah.
c.       Pola eliminasi
Sebelum sakit BAB pasien lancar, 1-2x/hari dengan konsistensi lunak, warna kuning khas feses, dan bau khas feses. BAK lancar 3-5x/hari dengan konsistensi warna kuning jernih dan bau khas urine.
Selama sakit BAB pasien lancar seperti biasanya 1-2x sehari, dengan konsistensi lunak, warna dan bau khas feses, BAK juga lancar tidak mengalami gangguan 2-3xsehari.
d.      Pola aktivitas dan Latihan
Sebelum sakit pasien melakukan aktivitasnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Selama sakit aktivitas pasien terbatas dan dibantu oleh keluarganya.
Aktivitas dan latihan
0
1
2
3
4
 Makan dan minum




Mandi dan higiene




Toiletting




Berpakaian




Mobilisasi




ROM




Keterangan :
0 : mandiri
1 : alat bantu
2 : dibantu orang lain
3 : dibantu orang lain dan alat
4 : bergantung total
e.       Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit pasien tidur selama 6-8jam/hari dari pukul 21.00-05.00 WIB
Selama sakit pasien tidur selama 6-7jam/hari. Dengan kualitas tidur cukup
f.       Pola persepsi dan kognitif
Pasien kurang tahu tentang penyakit yang dideritanya dan penyebabnya, serta tidak tahu dengan tindakan apa yang dilakukan terhadapnya.
g.      Pola persepsi dan konsep diri
Gambaran diri     :pasien tidak malu dengan penyakit yang dideritanya
Harga diri           : klien mengatakan ingin dihargai dan diperhatikan.
Ideal diri                        : klien mengatakan ingin segera cepat sembuh
Identitas diri      : klien mampu mengenal dirinya.
h.      Pola hubungan dan peran
Klien mempunyai hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangganya, tidak pernah ada masalah. Dan klien memahami perannya sebagai seorang anak kecil, begitupun dengan teman sekolah dan bermainnya tidak pernah ada masalah.
i.        Pola reproduksi dan seksualitas
Klien seorang anak laki-laki, tidak ada masalah pada alat reproduksinya.
j.        Pola koping terhadap stress
Sebelum sakit klien selalu bercerita kepada ibu atau ayahnya ketika ada masalah.
Selama sakit klien selalu berceritadengan orangtuanya ketika ada masalah.
k.      PolaNilai dan Kepercayaan
Klien beragama islam, tidak ada masalah dalam hal beribadah. Sholat 5 waktu dalam sehari dan sering pergi ke TPQ.
5.         Pemeriksaan Fisik
a.         Keadaan umum : baik
b.        Tingkat kesadaran : composmetis
c.         Tanda-tanda vital :
TD : 90/60 mmHg
S : 39  C
N : 100x/menit
RR : 20x/menit
d.        Kepala : bentuk simetris, rambut hitam, tidak ada ketombe, tidak ada benjolan
e.         Mata : kedua mata simetris, penglihatan tidak ada gangguan, konjungtiva merah muda, pupil isokor.
f.         Hidung : bentuk hidung simetris, tidak ada penyumbatan sekret, tulang tonus, hiung lurus tidak ada pembengkokan, tidak ada polip,
g.        Telinga : bersih, bentuk simetris, tidak ada serumen, tidak ada nyeri tekan.
h.        Mulut : bibir tampak pecah-pecah, mukosa bibir kering.
i.          Leher : tidak ada kaku, tidak ada pembesaran tiroid.
j.          Dada
a)        Paru-paru
Inspeksi       : pengembangan dada kanan = kiri
Palpasi         : tidak ada nyeri tekan
Perkusi        : sonor-sonor
Auskultasi   : tidak ada suara tambahan
b)        Jantung
Inspeksi       : simetris, ictus cardis tidak tampak.
Palpasi         : ictus cardis tidak teraba
Perkusi        : batas jantung tidak melebar
Auskultasi   : tidak ada bising.
c)        Abdomen
Inspeksi       : perut lebih rendah dari dada
Auskultasi   : suara peristaltik usus 7x/menit
Palpasi         : tidak ada nyeri tekan
Perkusi        : turgor kulit baik


k.        Genetalia : normal
l.          Muskoloskletal Ekstermitas atas : tangan kanan terpasang infus Rangger Laktat 20 tetes/menit, tidak ada oedem. Ekstermitas bawah : tidak ada luka
m.      Kulit : warna sawo matang, turgor kulit baik, dan tidak ada nyeri tekan.
6.         Data Psikologis
a.         Status emosi pasien : pasien menggunakan bahasa jawa dan bahasa indonesia
b.        Gaya bahasa : komunikasi lancar dan tidak ada hambatan.
c.         Interaksi : pasien dapat berinteraksi dengan baik dengan keluarga, teman dan tetangganya.
d.        Orientasi : pasien mengetahui dimana dirinya berada.
7.         Data Spiritual
a.         Konsep tentang penguasa kehidupan adalah Tuhan
b.        Ritual agama yang diharapkan saat in adalah doa dan sholat
c.         Persepsi pasien terhadap penyakit adalah cobaan
d.        Kepercayaan bahwa penyakit dapat disembuhkan.
8.         Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN
HASIL
SATUAN
NORMAL
Hemoglobin
10,3
g/dl
12,0-16,0
Leukosit
4,3
10 3/µL
4,0-12,0
Trombosit
116,0
10 3/µL
150,0-400,0
Eritrosit
4,21
10 6/µL
4,00-5,00
Hematokrit
28,9
Vol %
37,0-43,0
Granulosit
78,6
%
50,0-80,0
Limfosit
15,6
%
20,5-51,1
Monosit
6
%
2-9
MCV
89,3
µ˄3
78,6-102,2
MCH
30,2
Pg
25,2-34,7
MCHC
33,8
g/dl
31,3-35,4
S.thypi O
1/320

˂1/160
S. parathypi AO
Negatif

˂1/160
S. parathypi BO
1/320

˂1/160
S. parathypi CO
Negatif

˂1/160
S.thypi H
1/160

˂1/160
S. parathypi AH
Negatif

˂1/160
S. parathypi BH
1/160

˂1/160
S. parathypi CH
Negatif

˂1/160

9.         Program Terapi
a.         Infus Rangger Laktat                            20tetes/menit
b.        Injeksi ibuprofen                                    100 mg/12 jam
c.         Injeksi ranitidin                                      30 mg/8 jam
d.        Injeksi ondansentron                             40 mg/8 jam
e.         Injeksi pantopump                                 1000 mg/12 jam
f.         Injeksi ketorolac                                    30 mg/8 jam



DATA FOKUS

No Reg : 187114
Nama/umur : An A/12 th

Kamar :3 C
Dokter :

Hari, Tanggal
Data subjektif dan objektif
Ttd/nama
Minggu, 26 juni 2016
DS : Pasien mengatakan panas sejak 3 hari yang lalu
Pasien mengatakan mual dan muntah

DO : pasien tampak pucat dan lemas
TD : 90/60 mmHg
S : 39  C
N : 100x/menit
RR : 20x/menit
Pengkajian nutrisi
A ( Antropometri )
BB : 32 kg
TB  : 125 cm
IMT : 32/(1,25)
B ( biochemial )
3.      Hemoglobin rendah 10,3 g/dl
4.      Hemotokrit rendah 28,9 %
C ( Clinical Sign of nutritional status )
Pasien tampak lemas dan lemah
Kesadaran composmetis
                        Tekanan darah 90/60 mmHg
D ( Dietary History )
Diet pada saat masuk rumah sakit nilai nutrisi yang dikonsumsi berkurang dengan membuktikan hanya mengkonsumsi makanan sedikit dan ketika makan mual dan muntah.







ANALISA MASALAH

No reg : 187114
Ruang : BBA
Nama/umur: An A / 12 th
Dokter:
Kelas:
dx. medis:
No dx
Tanggal
Data
Problem
Etiologi
Ttd/ nama
1.











2.
26 juni 2016











27 juni 2016
DS : Pasien mengatakan panas sejak 2 hari yang lalu
DO : pasien tampak pucat dan lemas
TD : 90/60 mmHg
S : 39  C
N : 100x/menit
RR : 20x/menit
DS : Pasien mengatakan mual dan muntah

DO : pasien tampak pucat dan lemas
 ( Antropometri )
BB : 32 kg
TB  : 125 cm
IMT : 32/(1,25)
B ( biochemial )Hemoglobin rendah 10,3 g/dl
Hemotokrit rendah 28,9 %
composmetis
Diet pada saat masuk rumah sakit nilai nutrisi yang dikonsumsi berkurang dengan membuktikan hanya mengkonsumsi makanan sedikit dan ketika makan mual dan muntah.


Hipertermia










Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Proses penyakit









Krtidakmaumpuan mencerna makanan











DAFTAR MASALAH

No dx
Masalah keperawatan
Ttd
1.       
Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit



2.       
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan.




PERENCANAAN

No
TUJUAN ( NOC )
NIC
TTD
1.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pasien dapat menunjukkan suhu tubuh dengan kriteria hasil :
a.       Suhu 36-37  C 
b.      Nadi dan RR dalam rentang normal 
c.       Tidak ada perubahan warna kulit 
1.      Monitor suhu tubuh sesering mungkin
2.      Monitor tanda tanda vital
3.      Memberikan antipiretik
4.      Menyelimuti pasien
5.      Kompres pasien pada lipat paha dan aksila.
6.      Kolaborasi dengan dokter dalam  pemberian obat.

2.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam nutrisi kurang teratasi dengan kriteria hasil
a.       Nafsu makan meningkat 
b.      Berat badan naik 
c.       Tidak mual 
1.      Kaji adanya alergi makanan
2.      Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
3.      Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
4.      Monitor mual dan muntah
5.      Anjurkan makan sedikit tapi sering
6.      Anjurkan banyak minum

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
TGL/JAM
NO
IMPLEMENTASI DAN RESPON
TTD
26-06-2016/ 11.00
1.







2.




1





1




1





2



2






1




2
Mengkaji TTV Klien
DS : pasien mengeluh badannya panas
DO :
TD : 100/67mmHg
S : 38,9  C
N : 98x/menit
RR : 20x/menit

Mengkaji pola nutrisi pasien
DS : pasien mengatakan mual dan mmuntah, makan hanya 3-4sendok
DO : pasien tampak lemas, lesu dan pucat

Mengganti flabot infus Rangger Laktat 20tetes/menit.
DS : pasien masih mengeluh panas
DO : Telah terpasang infus Rangger laktat 20tetes/menit.

Memberi kompres
DS : pasien mengatakan sering dikompres olh keluarga
DO : telah dilakukan kompres

Melakukan advis dokter ( meberikan obat melalui injeksi ) ranitidin dan ondansentron
DS : pasien telah menerima obat
DO : telah diberikan obat melalui infus, tidak ada tana-tanda alergi ataupun plebitis

Mengukur BB klien
DS : Pasien mengatakan lebih kurus saat sakit
DO : Pasien tampak kurus, BB :30kg

Menganjurkan pasien untuk banyak minum dan menganjurkan makan sedikit tapi sering
DS : Pasien mengatakan akan melakukan instruksi perawat
DO : pasien tampak mengerti

Melakukan advis dokter (memberikan obat) penurun panas Sanmol
DS : Pasien mengaluh panas
DO : Telah ddiberikan obt sanmol melalui infus

Menganjurkan pasien untuk membersihkan mulut sebelum makan jika diperlukan
DS : Pasien mengatakan akan melakukn instruksi perawat
DO : pasien berkumur sebelum makan.




CATATAN PERKEMBANGAN
(progress Note)

No Reg:
Nama/umur:
Kelas:
Dokter:
No indikator
27 juni 2016
28 juni 2016
29 juni 2016

P     S    M    S
P     S     M   S   
P     S    M   S

1.
Suhu normal
-
+
-
2
-
+
+
4
+
+
+
5


Nadi
-
-
+
2
-
+
-
2
+
+
+
5


RR Normal
-
-
+
2
-
-
+
2



4


Tidak ada perubahan warna kulit
-
-
+
2
-
+
+
4



5


nyaman
-
-
+
2
+
+
+
5



4

2
Nafsu makan meningkat
-
-
-
2
+
-
-
3
-
-
-
4


Berat badan naik
-
-
-
1
+
-
-
2
-
-
-
3


Tidak mual
-
-
-
3
+
-
-
4
-
-
-
5


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar