Senin, 10 Desember 2018

SATUAN ACARA PENYULUHAN DM



SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik                        : Diabetes Melitus
Hari / Tanggal          :
Waktu / Jam             : 
Tempat                     : 
Peserta                      : 

Latar Belakang

       Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) dari tahun ke tahun terus meningkat. WHO telah mengeluarkan isyarat bahwa akan terjadi ledakan pasien DM di abad 21, dimana peningkatan tertinggi akan terjadi di kawasan ASEAN. Masalah yang akan dihadapi oleh penderita DM tenyata cukup komplek sehubungan dengan terjadinya komplikasi kronis baik mikro maupun makroangiopati. Pada kenyataannya banyak pasien DM yang sebelum terdiagnosis DM, telah terjadi kerusakan organ tubuh yang meluas seperti ginjal, saraf, mata, dan kardiovaskuler. Hal ini dapat terjadi akibat ketidak tahuan pasien sehingga terjadi keterlambatan dalam penanganannya.


Tujuan

A.    Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, sasaran diharapkan memahami tentang penyakit diabetes mellitus.
B.     Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran dapat:
1.      Menjelaskan kembali pengertian Diabetes Mellitus (DM) dengan benar tanpa bantuan dari orang lain.
2.      Menyebutkan kembali sebab-sebab terjadinya DM dengan benar tanpa dibantu oleh orang lain.
3.      Menyebutkan kembali tanda dan gejala dari penyakit DM dengan benar tanpa dibantu oleh orang lain.

4.      Menyebutkan kembali perawatan dan pengobatan pada DM dengan menggunakan bahasa sendiri secara benar.
5.      Menyebutkan kembali akibat penyakit DM jika tidak diobati.

Materi (Terlampir)

Materi penyuluhan meliputi:

A.    Pengertian Diabetes Mellitus

B.     Penyebab Diabetes Melitus

C.     Jenis-jenis Penyakit Diabetes Melitus

D.    Tanda dan Gejala dari Penyakit Diabetes Melitus

E.     Pencegahan dan Pengobatan pada Penyakit Diabetes Melitus.


Metode                                   : Ceramah, dan tanya jawab
Media                                     : Leaflet dan video
                     
Kegiatan Penyuluhan
No
Fase
Waktu
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Peserta


1


Pra Interaksi



5 Menit
Ø  Persiapan materi
Ø  Persiapan media pembelajaran
Ø  Kontrak waktu
Ø  Persiapan tempat/lingkungan dan sarana-prasarana lainnya
1.      Menjawab Salam
2.      Mendengarkan dan memperhatikan materi.





2




Kerja




10 Menit
Ø  Menjelaskan Tentang :
ü  Pengetian Diabetes Mellitus
ü  Penyebab Diabetes Mellitus
ü  Jenis-jenis Penyakit Diabetes Mellitus
ü  Tanda dan Gejala dari Penyakit Diabetes Mellitus
ü  Perawatan dan Pengobatan pada Penyakit Diabetes Mellitus.
1.      Menyimak dan memperhatikan
2.      Peserta  bertanya mengenai materi yang belum dimengerti





3

Terminasi


5 Menit
Ø  Menyimpulkan Materi yang diberikan
Ø  Mengevaluasi peserta atas panjelasan yang diberikan
Ø  Menjelaskan kembali hal – hal yang tidak dimengerti dari penjelasan
Ø  Salam Penutup
1.      Peserta menjawab  pertanyaan
2.      Peserta menjawab salam

 Evaluasi

a.       Evaluasi Struktur
Ø  80 % Peserta mengikuti penyuluhan.
Ø  Kegiatan berlangsung sesuai waktu yang ditentukan.
Ø  Penyuluh dapat menyediakan media atau alat – alat sesuai yang diperlukan.
b.      Evaluasi Proses
Ø  80 % Peserta yang mengikuti penyuluhan dapat berperan serta secara aktif dalam penyuluhan.
Ø  Selama kegiatan berlangsung Peserta tidak meninggalkan tempat.
Ø  Selama kegiatan berlangsung tidak ada penyimpangan dari tujuan yang telah ditetapkan.
c.         Evaluasi Hasil
Peserta dapat mengetahui dan menjelaskan kembali :
1.         Pengertian Diabetes Mellitus.
2.         Menyebutkan 3 dari 6 Penyebab Diabetes Mellitus.
3.         Menyebutkan 2 dari 4 Jenis-jenis Penyakit Diabetes Mellitus.
4.         Menyebutkan 3 dari 7 Tanda dan Gejala dari Penyakit Diabetes Mellitu.
5.         Menyebutkan 3 dari 6 Perawatan dan Pengobatan pada Penyakit Diabetes Mellitus.
6.         Menyebutkan langkah-langkah senam kaki Diabetes Mellitus.



MATERI PENYULUHAN

1.      Apa yang disebut dengan Diabetes Mellitus?
       Diabetes adalah bahasa Yunani yang berarti mengalirkan/mengalihkan. Mellitus adalah kata latin untuk madu atau gula. Jadi Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana seseorang mengeluarkan/mengalirkan sejumlah urine yang terasa manis. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula dalam darah yang lebih tinggi dari batas normal: 60 s.d 145 mg/dl (Elizabeth, J.Corwin, 2008:542).
       Diabetes Melitus dikenal juga dengan penyakit gula darah (kencing manis). Yang merupakan sekelompok kelainan yang di tandai adanya peningkatan kadar gula darah.

2.      Penyebab
Belum ada penyebab yang pasti, tapi faktor-faktor di bawah ini menunjang pada kejadian penyakit Diabetes Melitus:
  1. Usia di atas 65 tahun
  2. Obesitas (BB berlebih)
  3. Genetik (Keturunan)
  4. Penyakit pada pankreas
  5. Faktor imunologi (daya tahan tubuh)
  6. Faktor lingkungan dan gaya hidup

3.      Jenis-jenis penyakit DM
Penyakit DM dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
  1. DM yang tergantung insulin
  2. DM yang tidak tergantung insulin
  3. DM karena kehamilan
  4. DM karena sebab yang lainnya.


4.      Tanda dan gejala Diabetes Melitus
       Penyakit DM dapat dikenali atau diketahui dengan memperhatikan tanda dan gejala yang timbul dan dirasakan. Tanda dan gejala yang khas yaitu “3P” sebagai berikut:
  1. Poliphagi (sering lapar/makan terus)
  2. Polidipsi (sering haus)
  3. Poliuri (sering BAK)
  4. Berat badan berkurang derastis
  5. Kesemutan
  6. Cepat merasa lelah dan mengantuk
  7. Pengelihatan kabur
Tanda dan gejala tersebut akan terus bertambah dan meluas (mengganggu bagian tubuh yang lainnya) apabila DM tidak dirawat atau diobati.

5.      Pengobatan dan Pencegahan Diabetes Melitus
       Ada 6 hal yang harus diperhatikan dan harus dilakukan dalam pengobatan yaitu:
  1. Disiplin dalam berdiit
  2. Olah raga secara teratur
  3. Penggunaan obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter.
  4. Tidak merokok
  5. Melakukan pengawasan Gula Darah
  6. Mengatur penggunaan gula yang rendah kalori
Selain hal tersebut di atas anda juga memerlukan keterampilan dan perawatan/pencegahan dampak lebih lanjut dari penyakit DM, seperti: perawatan kaki dan pencegahan dampak terhadap mata.





6.      Komplikasi
Jika penyakit DM tidak dikendalikan atau tidak diobati, maka akan terjadi penyakit-penyakit lainnya sebagai akibat dari DM, yaitu:
a.         Luka yang sukar sembuh
b.         Impotensi
c.         Kebutaan
d.        Penyakit jantung
e.         Gangguan pada pembuluh darah otak
f.          Terganggunya fungsi ginjal.
7. langkah-langkah senam kaki
a. Posisi kan pasien duduk tegak di atas bangku dengan kaki menyentuh lantai


b. Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokan kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

c.  Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkat ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10kali.
 
d.    Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
e.  Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.


f.  Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari ke depan turunkan kembali  secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.


g.   
Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki ke arah wajah lalu turunkan kembali ke lantai. Ulangi sebanyak 10 kali.


h.  Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut. Gerakan  pergelangan kaki ke depan dan ke belakang. Ulangi sebanyak 10 kali.
i.   Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9  lakukan secara bergantian.
j.   Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan  kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja :
1)      Robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
2)     
Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki 
3)  Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobek kan kertas pada bagian kertas yang utuh.
4)     
Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola






DAFTAR PUSTAKA

1.      Elizabeth, J. Corwin, Buku Saku Patofisiologi, EGC Kedokteran, Jakarta, 2008.
2.      Mansoer, Arief, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I, Jakarta, 2008.